Pendahuluan.
Kalau kita bicara tentang masa yang sukar, rasul Paulus adalah orang yang paling tepat untuk membicarakan topik ini, sebab hidupnya di penuhi oleh berbagai tantangan dan kesulitan bahkan mara bahaya. Pada waktu surat Filipi ditulis, Paulus sedang berada di dalam penjara di kota Roma, mendekati saat kematiannya. Ia dipenjarakan bukan karena perbuatan kriminal, tetapi karena pemberitaan Injil Kristus.
Kalau kita bicara tentang masa yang sukar, rasul Paulus adalah orang yang paling tepat untuk membicarakan topik ini, sebab hidupnya di penuhi oleh berbagai tantangan dan kesulitan bahkan mara bahaya. Pada waktu surat Filipi ditulis, Paulus sedang berada di dalam penjara di kota Roma, mendekati saat kematiannya. Ia dipenjarakan bukan karena perbuatan kriminal, tetapi karena pemberitaan Injil Kristus.
Maksud penulisan surat ini bukan meminta supaya ia
dibebaskan dari penjara, melainkan untuk memberi penghiburan kepada jemaat di
Filipi. Topik dari surat Paulus kepada jemaat di Filipi adalah
“Bersukacita.” Ia menyebut kata sukacita, sebanyak 4- kali.
Mengapa rasul Paulus bisa menguasai dirinya ketika
berada di dalam masa yang sukar? Apakah rahasianya?
Apabila kita mempelajari keseluruhan surat Filipi
ini, maka kita akan menemukan empat prinsip hidup yang Paulus miliki:
1. Hidup
adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1: 21)
Prinsip semacam ini tentu sangat berbeda dengan
banyak orang:
a) Bagi
mereka yang penuh ambisi, hidup adalah cari pangkat, mati adalah rugi besar !
b) Bagi
mereka yang menyukai kemasyhuran, hidup adalah cari nama, mati adalah sedih
banget !
c) Bagi
mereka yang menyukai pesta- pora, hidup adalah fun, mati adalah kesepian dan
boring !
d) Bagi
mereka yang menyukai kekayaan, hidup adalah uang, mati adalah bangkrut total !
e) Bagi
mereka yang menyukai makan, hidup adalah makan enak, mati adalah celaka besar !
Jadi,
selama kita memiliki pandangan hidup yang salah maka kita tidak akan mengalami
sukacita dalam hidup ini.
Bagi
rasul Paulus: Hidup adalah Kristus, artinya:
a) Kristus
adalah awal hidup yang sejati: waktu menerima Kristus, itulah awal hidup yang
sejati.
b) Kristus
adalah kelanjutan hidup: Tiada hari yang di lalui tanpa menjalin hubungan
dengan Kristus.
c) Kristus
adalah teladan hidup: Memutuskan untuk hidup kudus setiap hari.
d) Kristus
adalah buah hidup: Hidup ini dipakai untuk menghasilkan buah yang lebat.
Mati adalah keuntungan. Mengapa mati disebut
untung? Mati adalah keuntungan disebabkan karena:
a) Mendapat
persekutuan yang kekal bersama Kristus
b) Lepas
dari penderitaan badani
c) Reuni
dengan orang- orang kudus
d) Pahala /
mahkota
# Selama
kita memiliki pandangan yang salah mengenai hidup (menganggap hidup itu untuk
diri kita sendiri) maka kita tidak akan pernah bersukacita.#
2. Apa yang
dahulu merupakan keuntungan sekarang dianggap sampah (Fil. 3: 7- 8)
Apa yang dimaksud oleh rasul Paulus sebagai sampah?
a) Disunat
pada hari ke –8
b) Bangsa
Israel (Suku Benyamin)
c) Orang
Ibrani asli
d) Orang
Farisi (hanya 6000 orang Farisi pada zaman itu)
e) Tidak
bercacat dalam hukum Taurat
f) Penganiaya
jemaat
Jadi
semua ini bagi rasul Paulus, sebelum ia mengenal Kristus, merupakan suatu
keuntungan. Tetapi, sekarang ternyata dianggap sebagai sampah.
Aplikasi:
Mungkin bagi anda free sex, penipuan, perkelahian, drug dan lain sebagainya dianggap sebagai suatu keuntungan atau kenikmatan, bahkan sampai sekarang.
Mungkin bagi anda free sex, penipuan, perkelahian, drug dan lain sebagainya dianggap sebagai suatu keuntungan atau kenikmatan, bahkan sampai sekarang.
Mungkin
anda masih menyimpan sampah (buku- buku pornographi, barang- barang penyembahan
berhala) di kamar anda?
Mungkin
anda memiliki ambisi dalam hidup ini. Banyak orang tidak dapat membedakan
antara ambisi dan visi. Kita harus punya visi bukan ambisi.
# Selama
kita menganggap sesuatu yang lahiriah/ materie (tinggal di daerah yang bagus,
punya istri atau suami yang kaya, punya karier yang bagus) itu suatu keuntungan
atau kenikmatan, maka kita tidak akan pernah bersukacita.#
3. Belajar
menyesuaikan diri dengan apa yang ada (Fil. 4: 11- 12)
Rasul
Paulus pernah merasakan apa itu kelimpahan dan apa itu kekurangan. Ia belajar
untuk menyesuaikan diri dengan segala keadaan. Kepada Timotius, Paulus pernah
berkata, “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” (1Tim. 6: 8).
Aplikasi:
Mengapa
banyak orang tidak bahagia dalam hidupnya? Sebab tidak pernah merasa cukup.
Contoh:
# Selama
kita tidak bisa menerima keadaan atau tidak pernah puas dengan apa yang ada,
maka kita tidak akan pernah bersukacita.#
4. Kristus
merupakan kekuatan dalam menghadapi semua kemungkinan (Fil. 4: 13)
“Segala
perkara ( senang, susah, kekurangan, kelimpahan, kesulitan) dapat kutanggung di
dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku.”
Kekuatan
apa yang diberikan oleh Kristus ?
a) Kekuatan
iman
Contoh:
Irsan
b) Kekuatan
untuk melangkah maju kedepan
Contoh:
Sangguinis.
# Selama
kita mengandalkan kekuatan kita, maka kita tidak akan pernah bersukacita.#

0 komentar:
Posting Komentar